Kelana

Wisata Sejarah Kuburan Waruga

278 Views

Kuburan waruga

Kuburan merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi manusia karena pada akhirnya kita akan bersemayam di dalam kubur ketika kita sudah pergi meninggalkan dunia. Sebagian besar kuburan adalah mayat yang dikubur di dalam tanah tetapi tidak semuanya seperti itu. Contohnya seperti kuburan di daerah Toraja yang menyimpan mayat di tebing dan proses pemakamannya sudah sangat terkenal di telinga masyarakat serta proses pemakaman tersebut memakan biaya yang sangat mahal. Nah, selain proses pemakaman yang unik di Toraja ternyata masih terdapat proses pemakaman lain yang unik dari daerah lain di Indonesia dan terdapat pula sejarahnya. Pemakaman tersebut di sebut Waruga.

Lokasi sejarah kuburan waruga di Minahasa (Gambar di ambil oleh Eka)

Waruga merupakan situs peinggalan sejarah yang berada di Sulawesi Utara, yang tepatnya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Menurut infromasi tambahan dari sebuah website wisata (ksmtour.com) bahwa waruga digunakan oleh orang Minahasa pada abad ke IX tetapi pada tahun 1860 kebiasaan tersebut dilarang oleh Belanda. Kemudian pada tahun 1870, suku Minahas mulai membuat peti mati sebagai pengganti waruga. Untuk, mengunjungi tempat sejarah ini tidak perlu meraih uang saku sedikitpun dan cukup hanya biaya transpotrasi saja. Tetapi untuk mendapatkan semua informasi tentang sejarah waruga maka wisatawan membutuhkan seorang guide sewaan atau jika terdapat kenalan orang lokal dan mengetahui tentang sejarah tempat ini akan sangat membantu.

 

Deskripsi bentuk waruga

Tradisi yang menarik dari proses pemakaman ini adalah orang yang meninggal akan disimpan di dalam kuburan batu berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira ukuran tinggi 2 meter dan lebar 1.5 meter. Selain itu kuburan batu tersebut memiliki atap seperti segitiga atap rumah. Mengapa kuburannya berbentuk bangunan seperti rumah? karena masyarakat lokal jaman dahulu di Minahasa mempunyai kepercayaan bahwa orang yang meninggal di artikan sebagai ular yang berganti kulit. Sehingga untuk membantu perubahan kebidupan nyata ke kehidupan alam roh tersebut maka dibuatkan kuburan batu.

Kuburan batu waruga yang berbentuk balok dengan atap segitiga seperti atap rumah dan tidak terdapat ukiran di atapnya yang diduga termasuk waruga yang paling tua umurnya. (Gambar di ambil oleh Eka)

Struktur atau bentuk dari kuburan batu memiliki makna. Contohnya pada bagian atap dari kuburan batu tersebut memiliki ukiran seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Ukiran tersebut mempunyai makna sebagai informasi gambaran dari dari matapencaharian jenazah di dalam batu tersebut. Kemudian bentuk kubus merupakan suatu ruangan dimana jenazah tersebut disimpan dan diletakkan dengan posisi seperti bayi di dalam rahim ibu. Posisi tersebut dipercaya karena orang yang sudah meninggal akan kembali pada posisi seperti di dalam kandungan ibunya kembali.

Atap segitiga waruga yang memiliki ukiran batu di sampingnya dengan jumlah 3 garis yang artinya terdapat 3 orang dalam satu waruga. Selain itu terdapar ukiran manusia dengan hewan yang menandakan matapencahariannya adalah seorang pemburu (Gambar diambil oleh Eka)

Gambaran lain dari bagian atap yaitu terdapat suatu informasi mengenai jumlah individu yang berada di dalam kuburan batu. Informasi tersebut dapat dilihat dari ukiran garis yang berada di samping atap waruga. Jika terdapat dua garis maka didalam satu kuburan batu terdapat dua orang di dalamnya. Selain itu, terdapat pula waruga yang memiliki atap yang polos atau tidak terdapat ukiran. Makna dari polos diduga sebagai kuburan waruga yang paling tua umurnya.

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    rizka edmanda
    October 31, 2018 at 1:27 am

    bentuknya tidak seperti kuburan pada umumnya ya, keren banget. budaya Indonesia memang kaya. Sejak abad IX saja bangsa kita sudah mampu membuat desain pahatan kuburan seperti ini. semoga situs bersejarah seperti ini dilestarikan ya. terima kasih sharing nya mba, menambah wawasan saya. Salam kenal ya 🙂 ditunggu kunjungan balik nya ke blog saya hihi

    • Reply
      Rismayanti
      November 6, 2018 at 4:11 am

      Sama-sama mba, Terima kasih juga sudah membaca blog saya.
      Sip pasti saya akan kunjungi blog Mba.

    Leave a Reply