Coretan

Kupon senyuman

48 Views

Aroma angker dan tatapan sinis memang sudah hal yang sering terlintas dalam otak ketika membayangkan “ruangan tamatan sarjana”. ruangan yang dilantai satu, lumayanlah buat latihan mental dulu tapi ruangan lantai 2 sudah ganas mulai dari bersentuhan pagar sampai dengan isinya dan saya pun sudah sekitar 4 kali membawa musibah banjir keluar dari lantai dua tersebut.

Membawa pengalaman yang kurang menyenangkan dari rungan tamatan sarjana membuat saya enggan untuk memasukinya. Tetapi mau tidak mau saya harus masuk. Beberapa hari sebelum masuk keruangan sayapun harus menyiapkan mental terlebih dahulu karena sudah membayangkan saya harus naik ke lantai 2 untuk mencium dan menerima tatapan yang angker.

Beberapa hari setelah menyiapkan mental untuk memasuki lantai 1 akhirnya saya masuk ruangan lantai 1 dari ruangan tamatan sarjana. Kupon undian pun segera didapatkan dan sayapun selalu melirik sebuah layar yang menayangkan nomor undian. secara sadar otak sayapun selalu berdoa semoga saya beruntung.

Nomor undian sayapun akhirnya keluar dan saya pun ingin meloloskan diri dari nomor undian tersebut karena saya sadar karena nomor undian itu tidak membawa keberuntunan. sampai akhirnya saya harus mencari nomor undian kembali sampai dengan menunjukkan bahwa nomor undian itu adalah sebuah keberuntungan.

Saya sangatlah senang karena keberuntungan itu datang. Keberuntungan itu muncul dari sebuah rekahan senyuman yang membuat saya lebih tenang dan secara tidak langsung saya pun mendapatkan motivasi dari senyuman itu bahwa saya tidaklah sendiri dan senyuman itu akan membantu saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

 

Terima kasih senyuman, saya berharap supaya saya bisa seperti kamu atau bahkan melebihi senyuman kamu……

You Might Also Like

Leave a Comment

Leave a Reply