Artikel

Hai Milenial! Jadilah Smart Society di Era Revolusi Industri 4.0

543 Views
Macam-macam generasi revolusi industri di masyarakat dan era-revolusi industri sekarang adalah 4.0 dengan tantangan smart society. (Sumber foto dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Pengertian Era-Revolusi Industry 4.0

Hai Milenial! Jadilah Smart Society di Era Revolusi Industri 4.0—>Di zaman milenial sekarang teknologi sudah semakin meningkat yang dapat memudahkan kebutuhan manusia dan kita tidak bisa menghindari perubahan terkonologi tersebut. Dengan banyaknya teknologi yang bermunculan dikenal dengan sebuah era-revolusi 4.0. Apakah itu 4.0? Era Revolusi 4.0 adalah generasi ke-4 dengan era otomatis dengan serba menggunakan teknologi. perkembangan teknologipun harus dibarengi dengan perubahan pola pikir industri dari masyarakat supaya tidak tertinggal.

Macam-macam generasi revolusi industri di masyarakat dan era-revolusi industri sekarang adalah 4.0 dengan tantangan smart society. (Sumber foto dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Macam-macam generasi revolusi industri di masyarakat dan era-revolusi industri sekarang adalah 4.0 dengan tantangan smart society. (Sumber foto dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Smart Society

Seperti gambar di atas, kita berada di generasi keempat dengan tantangan harus menjadi masyarakat yang pintar atau smart society. Jadi perubahan apa saja untuk menjadi smart society di jaman revolusi 4.0?

  1. Perubahan teknologi: perubahan tersebut sudah sangat terlihat seperti penggunaan internet dalam berbagai hal kehidupan, penggunaan robot dalam pelayanan dan industri, artificial intelligence, 3D printing, biologi, molekuler, material.
  2. Dari ownership ke sharing
  3. Perubahan pekerjaan dan profesi: Pekerjaan pada abad 20 diganti dengan pekerjaan baru berbasis teknologi 4.0
  4. Perubahan peta kompetisi: Platform yang dulu berjaya, sekarang tersisih oleh platform lain yang lebih kompetitif, seperti kodak digantikan kamera digital, nokia digantikan HP android dan IOS Apple.
  5. From product based to platform based: perubahan dari bentuk produk menjadi sebuah platform sudah menjamur dimana-mana. contohnya seperti pada beberapa tahun sebelumnya orang pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan pakaian tetapi sekarang secara simpel masyarakat dapat membeli apapun dalam satu aplikasi seperti Tokopedia, Blibli, Lazada, Bukalapak, OLX dan lain-lain.
  6. Perubahan perilaku dan gaya hidup: Phubbing, melirik smartphone setiap 4 menit, fomo (fear of missing out), online game, kecanduan atas pujian dan pengakuan (likes, share, love), altruism, cyber romance, tertipu pasangan online dan lain-lain.
  7. Perubahan regulasi: Mengubah cara pandang dalam pengelompokkan industri dan lapangan kerja baru. contoh GOJEK dan AMAZON.
  8. Sumber kedaulatan baru pada jaman sekarang adalah data: Siapa yang menguasai data besar akan menguasai dunia
  9. kepercayaan dan reputasi menjadi tumpuan
  10. Perubahan keahlian baru: complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, system skills, negotiation.
  11. Perubahan orientasi spasial: Desa menjadi tumpuan kehidupan dengan ekonomi dan teknologi yang akan terus berkembang.

Agribusiness 4.0

Beberapa waktu yang lalu di sebuah media online (https://economy.okezone.com) mengkutip pernyataan wakil presiden Jusuf Kalla. Kutipan tersebut adalah ” Industri kita memang selalu ada perubahan, tapi di lain pihak kita juga masih mempunyai kemajuan di bidang pertanian yang selalu tetap menjadi kebutuhan dasar bangsa ini”. Kemajuan teknologipun tidak hanya dalam bisnis tetapi dalam segi pertanianpun sangatlah penting. Sehingga revolusi dalam pertanian akan terpengaruhi atau disebut dengan Agribusiness 4.0.

Apakah yang dimaksud dengan Agribisnis 4.0? Penggunaan teknologi yang baru dan canggih, diintegrasian kedalam satu sistem yang memungkinkan petani dan stakeholder dalam suatu rantai dari produsen ke konsumen (hulu ke hilir). Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan makanan serta produksi dan pengiriman produk agroindustri.

Pemanfaatan teknologi dalam pertanian dengan barbasis revolusi 4.0 (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Pemanfaatan teknologi dalam pertanian dengan barbasis revolusi 4.0 (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Pentingnya Agribisnis 4.0?

Apakah penting pertanian mengikuti revolusi 4.0? jawabannya tentu saja sangat penting. selain karena penduduk di negara kita semakin meningkat maka sangat dibutuhkan pula produksi makanan yang cepat dan banyak. berikut adalah beberapa alasan kenapa agribsnis mengikuti revolusi 4.0.

  • Lebih produktif, konsisten, dan lebih cepat. Serta sumber yang digunakan lebih efisien
  • Menguntungkan bagi petani dan dapat memperluas jejaring sosial dalam bidang pertanian di seluruh dunia. Sehingga petanipun dapat bergabung dengan komunitas-komunitas pertanian sehingga memudahkan dalam pertukaran informasi.

Peranan dan cakupan agribisnis 4.0 akan sangat membantu dalam Ketepatan atau presisi dari pertanian seperti penggunaan aplikasi drone, robot, mebuat suatu inovasi yang besar dalam bidang pertanian. Selain itu mengembangkan smart agroindustri, sistem digital agro logistic (sistem smart E-Commerce).

Pendekatan baru dalam agribisnis dengan sentuhan revolusi 4.0 (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Pendekatan baru dalam agribisnis dengan sentuhan revolusi 4.0 (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi )

Artivicial intelligence untuk agroindustri (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Artivicial intelligence untuk agroindustri (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Permasalahan Dalam Agribisnis

  • Tidak saling berhubungan dan tidak transpaan antara partisipan pertanian dari produsen samapi ke konsumen (hulu ke hilir),
  • kurang efisiennya proses tranformasi dari produsen ke konsumen
  • Rata-rata usia petani sudah menua. Usia petani di Amerika rata-rata sekitar 58 tahun, di Jepang 67 tahun, di Indonesia?
Pertanian masa depan dengan sentuhan teknologi (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

Pertanian masa depan dengan sentuhan teknologi (Sumber foto berasal dari presentasi rektor IPB yaitu Dr. Arif Satria, SP, MSi)

 

Sumber: Informasi artikel ini berdasarkan hasil mengikuti seminar Nasional Agribusiness For SDG di IPB International Convention Center dan salah satu topik yang dipresentasikan adalah judul artikel ini dengan presenternya Dr. Arif Satria, SP, MSi.

Semoga pembaca bisa mendapatkan pengetahuan baru dari bacaan ini. Terima kasih.

You Might Also Like

Leave a Comment

Leave a Reply