Cerita

DIBALIK DRAMA ITU ADA SESUATU

20 Views

Kalian penah merasa hidup di dunia paling menderita ga? Kalo pribadi sih pernah, makanya sekarang mau share sedikit cerita beberapa tahun yang lalu.

Jadi ceritanya waktu itu aku masuk S2 dengan keistimewaan sudah dapat data penelitian dan dosen pembimbing sebelum masuk kuliah dan dapet biaya SPP selama 2 semester. Hampir semua oang yang aku kenal selalu bilang “Ih enak banget Risma, udah punya data. Pasti lulusnya paling cepet nih”. Pada saat itu, emang udah berharap banget selesai semester 3 udah lulus. Tapi kenyataannya ceritanya panjang dan tidak seperti orang bilang, bahkan tidak seperti yang aku prediksi juga.

Sejak semester pertama di masa percaya diri kalo aku bakal lulus dalam waku 3 semester, aku udah siap-siap buat nyari beasiswa untuk biaya SPP semester 3. Waktu itu, aku apply beasiswa Jawa Barat. Tapi sayangnya belom keterima dan coba ikutan beasiswa lain (lupa nama beasiswanya) tapi masih belum ke terima juga.

Disaat teman-teman kelas sibuk mencari topik penelitian dan dosen pembimbing, aku lagi sibuk mikirin gimana caranya analisis data dan bikin kalimat latar belakang, metode, sama hasil. Saat itu juga, aku pontang panting nyari teman yang bisa pake suatu aplikasi yang aku butuhin. Dan akhirnya ketemulah kenalan diluar fakultas dan departemen yang sedang aku geluti waktu itu. Ok, masalah tentang aplikasi sedikit tercerahkan. Tapi saat itu juga, aku susah untuk berkomunikasi dengan 2 pembimbing thesis aku. Setiap aku contact susah dapet responnya. Mungkin kalo pembimbingnya dari department yang sama setiap kali udah bosen nunggu balesan, ya pasti aku tongkrongin depan ruangannya (tapi ga semudah Cuma nongkong doang sih), tapi yang lebih susah itu kalo pembimbingnya dari luar Indonesia. Ya mau ga mau ketergantungan banget sama internet dan ga bisa nyampein langsung.

Selama beberapa bulan, aku berkutat dengan permasalahan di atas. Teman2 kelas yang lainpun udah punya topik penelitian dan dosen pembimbing. Disaat itu pula, semangat buat lulus 3 semester masih tinggi sih.

Semester 2, aku coba apply beasiswa Jawa Barat lagi. Dengan segala rintangan permasalah berkas dan drama lain, akhirnya aku bisa mendapatkan beasiswa Jawa Barat. Pas dapet kabar kalo aku kerima, aku seneng banget karena bisa bayar uang SPP tanpa harus minta ke orang tua.

Tapi, jangan seneng dulu Risma!!!! Beasiswanya keluar telat. Hampir tiap hari aku selalu pergi ke rektorat buat Tanya, “kapan bisa cair beasiswanya” karena aku butuh buat bayar SPP semester 3. Sampai akhirnya batas pembayaran SPP itu lewat.

Saat itu, aku ngerasa stress banget karena masalah komunikasi dengan pembimbing, beasiswa ga cair, di tambah ga bisa bayar kossan dan uang tabungan habis buat biaya hidup dan dll selama setahun.

Setelah bolak balik ke rektorat dan ke ruangan wakil dekan buat minta keringanan bayar SPP. Akhirnya aku memutuskan cuti dan bayar SPP sekitar 25% dari biaya total. Dan saat itu uang 25% SPP adalah uang terakhir di rekening.

Selesai cuti, aku mulai pergi ke kampus lagi setelah satu semester jarang di kampus dan teman2 ngiranya aku ngilang karena jalan2 atau apalah…. Disaat itu pula orang2 pada Tanya “kapan seminar?”, “Si A yang sama kaya kamu udah mau sidang, kamu kapan?”, “ko, kamu lama sih Ris, si A cepet lulusnya”.

Itulah pertanyaan2 yang selalu terngingang2 ditelinga dengan permasalahan sama sebelumnya yaitu komunikasi dengan pembimbing, finansial sampai di semester 7 sebelum saya dinyatakan lulus di semester 7 mepet mau ke 8.

So, point yang aku dapetin dari drama yang aku alamin beberapa tahun lalu yaitu

  1. Kalau kita punya tujuan, apapun dramanya kita bisa lewatin. Ga pa2 kita jalannya pelan2, yang penting jalannya maju.
  2. Selalu percaya kalo kita dapet kesusahan pasti setelah itu ada kesenangan atau dibalik drama yang menguras emosi pasti semua itu ada hikmahnya. Mungkin kalo aku lulus dalam waktu 3 semester, aku ga bakal kaya sekarang yaitu pengalaman ikut project penelitian, join pekerjaan freelance ke luar jawa, magang di PRI Japan sampai having relationship with someone there, join field course ke beberapa pulau kecil di antara pulau jawa dan Sumatra, dan now dapet kerjaan as a manager di suatu NGO international.
  3. Do the best walaupun kita belom tau alur ceritanya seperti apa
  4. Dari drama ini, aku jadi tau siapa temen yang paling deket dengan aku
  5. And many more…….

You Might Also Like

Leave a Comment

Leave a Reply