Category -

Kelana

Kelana

Bukit Kasih Sebagai Simbol Toleransi Agama

85 Views

Toleransi agama

Indonesia terkenal dengan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman budaya. Salah satunya adalah keanekaragaman kepercayaan agama yaitu terdapat agama islam, protestan, katolik, buddha, kong hu cu dan hindu. Oleh karena itu terdapat sebuah tempat yang terkenal dengan toleransi agama yang dikenal dengan nama “bukit kasih atau bukit doa”. Tempat ini dijadikan suatu tempat wisata bagi warga Indonesia maupun warga Internasional.

Gapura selamat datang dengan tangga menuju ke atas bukit. (taken by Laura MI)

Bukit kasih

Bukit kasih bertempat di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Perkiraan jarak dari kota Manado ke tempak ini yaitu sekitar 50 km. Ketika melakukan perjalanan kamu akan menikmati suasana pedesaan pegunungan dengan hamparan hijau tanaman pertanian kerena tempat ini merupakan bagian dari kaki gunung soputan.

Tahukah kamu kenapa nama tempat tersebut disebut bukit kasih? Ya, selain terkenal dengan toleransi agama, terdapat hal unik lain yaitu terdapat 5 tempat peribadatan yang saling berdampingan dalam satu bukit yaitu terdapat masjid, gereja untuk protestan, geraja untuk katolik, wihara, dan pura. 5 tempat peribadahan ini terdapat diatas bukit dan harus menaiki sekitar 2000 an anak tangga. Selain itu di bawah bukit terdapat satu tugu yang tingginya sekitar 20 meter dengan beberapa kalimat nasihat dari 5 agama tersebut. Isi dari nasihatnya yaitu mengajarkan tentang kasih sayang dan perdamaian bagi setiap manusia.

Petuah perdamaian setiap agama

Kalimat petuah dari agama islam yaitu dari surat (Al-maidah:2): “Dan tolong menolonglah kamu dalam megerjakan kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. dan kalimat petuah dari al-hadist: Tidaklah aku mengutusmu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Kalimat petuah dari agama buddha. kalimat pertama yaitu NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAM BUDDHASSA (Terpuji sang bhagava yang maha suci yang telah mencapai penerangan sempurna). Kedua dari Dhammapada XIV 183: Tidak melakukan segala benuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan dan membersihkan pikiran. inilah ajaran para buddha

Kalimat petuah dari agama hindu. Weda Swa V.46: Ia yang tidak pernah menyebabkan penderitaan bahkan menyusahkan keselamatan bagi semua mahluk, ia mendapatkan kebahagian tanpa akhir.

Kalimat petuah dari agama kristen (Maaf saya tidak tahu apakah termasuk kristen protestan atau katolik). Dari salib yesus bersabda: inilah ibumu..(Yoh. 19:27). Tinggallah dalam kasihku (Yoh. 15:9)

Kalimat petuah dari agama kristen (Maaf, saya tidak tahu protestan atau katolik). Kasihilah tuhan allah dengan segenap hati jiwa dan akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37:39)

Toar dan Lumimu’ut

Selain pemandangan unik dari rumah ibadah, terdapat pula dinding bukit yang terdapat ukiran wajah perempuan dan laki-laki yag dinamakan Toar dan Lumimu’ut. kedua ukiran wajah tersebut dianggap sebagai nenek moyang dari orang minahasa. Terdapat cerita lain juga mengenai pembangunan bukit kasih ini. Menurut sebuah sumber mengatakan bahwa pembangunan tempat ini bertujuan untuk menandingi kepercayaan animisme dengan adanya pahatan kedua wajah Toar dan Lumimu’ut.

Ukiran wajah di dinding bukit kasih atau bukit doa yang bernamakan wajah Toar dan Lumimu’ut

Pemandangan alam di bukit kasih

Kentalnya wisata religi dengan tingginya toleransi didukung dengan pemandangan alam yang indah. Pemandangan yang disajikan yaitu pemandangan hamparan suatu pedesaan dari atas bukit dan terdapat pula tempat perendaman kaki dengan air hangat. Satu hal yang perlu anda siapkan untuk memasuki tempat ini yaitu harus menyiapkan masker karena terdapat bau belerang yang menyengat dikarenakan kondisi pegunungan tersebut masih aktif. Selain itu, ketika saya mengunjungi tempat ini kekurangannya adalah kondisi jalan menuju ke atas bukit kurang nyaman karena terdapat beberapa jalan yang sudah rusak sehingga untuk menuju ke atas harus lebih hati-hati.

Beberapa bangun tempat peribadahan dari 5 agama yang bekumpul di atas bukit kasih atau bukit doa

Pemandangan dari bawah bukit kasih

Pemandangan dari atas bukit kasih atau bukit doa

Kelana

Wisata Sejarah Kuburan Waruga

65 Views

Kuburan waruga

Kuburan merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi manusia karena pada akhirnya kita akan bersemayam di dalam kubur ketika kita sudah pergi meninggalkan dunia. Sebagian besar kuburan adalah mayat yang dikubur di dalam tanah tetapi tidak semuanya seperti itu. Contohnya seperti kuburan di daerah Toraja yang menyimpan mayat di tebing dan proses pemakamannya sudah sangat terkenal di telinga masyarakat serta proses pemakaman tersebut memakan biaya yang sangat mahal. Nah, selain proses pemakaman yang unik di Toraja ternyata masih terdapat proses pemakaman lain yang unik dari daerah lain di Indonesia dan terdapat pula sejarahnya. Pemakaman tersebut di sebut Waruga.

Lokasi sejarah kuburan waruga di Minahasa (Gambar di ambil oleh Eka)

Waruga merupakan situs peinggalan sejarah yang berada di Sulawesi Utara, yang tepatnya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Menurut infromasi tambahan dari sebuah website wisata (ksmtour.com) bahwa waruga digunakan oleh orang Minahasa pada abad ke IX tetapi pada tahun 1860 kebiasaan tersebut dilarang oleh Belanda. Kemudian pada tahun 1870, suku Minahas mulai membuat peti mati sebagai pengganti waruga. Untuk, mengunjungi tempat sejarah ini tidak perlu meraih uang saku sedikitpun dan cukup hanya biaya transpotrasi saja. Tetapi untuk mendapatkan semua informasi tentang sejarah waruga maka wisatawan membutuhkan seorang guide sewaan atau jika terdapat kenalan orang lokal dan mengetahui tentang sejarah tempat ini akan sangat membantu.

 

Deskripsi bentuk waruga

Tradisi yang menarik dari proses pemakaman ini adalah orang yang meninggal akan disimpan di dalam kuburan batu berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira ukuran tinggi 2 meter dan lebar 1.5 meter. Selain itu kuburan batu tersebut memiliki atap seperti segitiga atap rumah. Mengapa kuburannya berbentuk bangunan seperti rumah? karena masyarakat lokal jaman dahulu di Minahasa mempunyai kepercayaan bahwa orang yang meninggal di artikan sebagai ular yang berganti kulit. Sehingga untuk membantu perubahan kebidupan nyata ke kehidupan alam roh tersebut maka dibuatkan kuburan batu.

Kuburan batu waruga yang berbentuk balok dengan atap segitiga seperti atap rumah dan tidak terdapat ukiran di atapnya yang diduga termasuk waruga yang paling tua umurnya. (Gambar di ambil oleh Eka)

Struktur atau bentuk dari kuburan batu memiliki makna. Contohnya pada bagian atap dari kuburan batu tersebut memiliki ukiran seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Ukiran tersebut mempunyai makna sebagai informasi gambaran dari dari matapencaharian jenazah di dalam batu tersebut. Kemudian bentuk kubus merupakan suatu ruangan dimana jenazah tersebut disimpan dan diletakkan dengan posisi seperti bayi di dalam rahim ibu. Posisi tersebut dipercaya karena orang yang sudah meninggal akan kembali pada posisi seperti di dalam kandungan ibunya kembali.

Atap segitiga waruga yang memiliki ukiran batu di sampingnya dengan jumlah 3 garis yang artinya terdapat 3 orang dalam satu waruga. Selain itu terdapar ukiran manusia dengan hewan yang menandakan matapencahariannya adalah seorang pemburu (Gambar diambil oleh Eka)

Gambaran lain dari bagian atap yaitu terdapat suatu informasi mengenai jumlah individu yang berada di dalam kuburan batu. Informasi tersebut dapat dilihat dari ukiran garis yang berada di samping atap waruga. Jika terdapat dua garis maka didalam satu kuburan batu terdapat dua orang di dalamnya. Selain itu, terdapat pula waruga yang memiliki atap yang polos atau tidak terdapat ukiran. Makna dari polos diduga sebagai kuburan waruga yang paling tua umurnya.

Kelana

Pasar Ekstrim Di Indonesia

127 Views

Pasar di Indonesia

Pasar ekstrim– Pasar merupakan nama tempat yang memang sudah tidak asing lagi bagi semua orang khususnya kalangan ibu-ibu. Semua kebutuhan bahan makanan tersedia di pasar seperti sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sehingga sudah tidak asing lagi jika pasar selalu banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Tapi apakah kamu pernah melihat pasar tradisional yang menjual  daging diluar biasanya? Sehingga membuat kesan pertama saya, saat mendatangi tempat ini adalah merasakan sensasi mual dan ingin menetekan air mata. Di Indonesia khususnya di daerah Tomohon Manado, Sulawesi Utara terdapat sebuah pasar tradisional yang dinamakan PASAR EKSTRIM. Apakah itu?

Pasar Ekstrim

Sesuai dengan namanya, pasar ini menjual daging yang luar biasa ekstrim. Karena pada umumnya di pasar terdapat pedagang yang menjual daging ayam, sapi, kambing. Berbeda di pasar ekstrim ini, pedagang menjual daging ular phyton, daging kucing, daging anjing, kelelawar, tikus dan lain-lain. Selain itu juga saya pernah mendengar bahwa terdapat pedagang yang menjual daging jenis primata yang dilindungi pemerintah yaitu jenis spesies Macaca nigra. Tetapi saat saya kesana saya tidak melihat penjual tersebut karena menurut beberapa orang, penjual daging macaca nigra atau dikenal dengan sebutan yaki  hanya berjualan  pada hari tertentu saja.

Keunikan pasar ekstrim telah menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata bagi wisatawan lokal bahkan international jika mereka sedang mengunjungi kota Manado. Tempat ini memang sangat mudah untuk diakses dengan kondisi jalan yang sudah bagus tetapi kekurangannya adalah kondisi pasar yang kurang bersih.

Ular phyton di pasar ekstrim Tomohon

Bagi pencinta hewan, tempat ini merupakan tempat yang terlihat kejam dan mengerikan khususnya menurut saya sendiri. Terlihat kejam karena biasanya orang menyayangi binatang peliharaan khususnya kucing dan anjing tetapi disini mereka menjual belikan daging hewan tersebut. Selain itu, secara langsung saya melihat proses bagaimana seekor anjing dari dalam kandang kemudian dipukul kepalanya sampai lemas dengan besi, kemudian dibakar langsung hidup-hidup dalam kondisi lemas. Kemudian terlihat mengerikan karena makan-makanan seperti daging monyet, anjing, tikus, kucing terlihat sangat beresiko terhadap kesehatan tubuh kita.

Saran

Sebagai konsumen, kita perlu mempertimbangkan apakah yang kita konsumsi itu lebih banyak manfaatnya atau rugikan untuk kesehatan tubuh bahkan untuk lingkungan. Mungkin kita sering mendengar suatu mitos tentang khasiat mengkonsumi makanan yang unik tetapi apakah itu benar secara ilmiah? Maka seorang konsumenpun ditantang untuk lebih teliti dan tidak mudah terayu dengan penjual.

Seekor anjing yang sedang dibakar

Tikus bakar (Foto diambil oleh Laura Martinez Inigo)

Kelana

Perjalanan Wisata Cianjur Selatan

48 Views

Perjalanan wisata di Cianjur Selatan

Perjalanan wisata Cianjur Selatan. Apa yang anda pikirkan tentang perjalanan wiasata di kota Cianjur? Kebun bunga, kebun teh, suhu yang dingin. Mungkin sebagian orang akan berpikiran seperti itu karena sebelumnya saya seperti itu. Ternyata kota Cianjur itu sangat luas. Pada tahun 2015 yang lalu merupakan pengalaman pertama kalinya pergi ke daerah Cianjur Selatan dan ternyata jaraknya lumayan sangat jauh dari Cianjur kota.

Saya dan teman-teman berangkat menggunakkan kendaraan pribadi dari Cianjur kota sekitar pukul 12 siang dan sampai di salah satu kecamatan di Cianjur Selatan pukul 6 sore. Sedangkan untuk menggunakkan kendaraan umum pasti memakan waktu yang lebih lama dan terlalu banyak berhentinya.

Pengalaman saya menggunakkan transportasi umum dari terminal Cianjur kota (nama terminalnya hayam…. Saya lupa lebih lengkapnya) ke Cidaun menggunakan bis kecil (lebih terkenal dengan sebutan “elef”) kurang menyenangkan. Kenapa kurang menyenangkan? Alasannya karena penumpang seperti diajak balapan mobil dijalan dengan lebar kira-kira 5 meter, banyak kelokkan, dan diperjalanan banyak ditemukan jurang. Harga ongkos tranportasi umum yaitu kurang lebih Rp 100.000 (hampir sama dengan harga ongkos Jakarta-Ciamis).

Pantai Cianjur Selatan

Walaupun jaraknya jauh tapi banyak pengalaman dan pemandangannya yang tidak mengecewakan. Pemandangan di Cianjur sangatlah berbeda dengan Cianjur yang sebelumnya saya ketahui. Pada saat itu saya tinggal di Cianjur Selatan di kecamatan Cidaun. Disana ternyata udaranya sedkit panas dan lembab karena dekat dengan pantai.

Pantai Cianjur Selatan di Kecamatan Cidaun

Pantai pasir hitam dengan ombak yang lumayan besar membuat orang-orang tidak berani untuk berenang kecuali hanya bermain pasir di tepi pantainya. Selain itu, karena tidak terlalu banyak orang yang mengunjungi tempat ini kecuali orang lokal jadi tempatnya masih bersih dan sedikit adanya sampah plastik. Pantai yang paling terkenal di masyarakat Cianjur Selatan yaitu pantai Jayanti. Disana sudah tersedia warung-warung tenda kecil yang berjualan untuk wisatawan dan terdapat banyak kapal-kapal nelayan yang berjajar di dramaga sebagai tempat pemberhentian.

Saya pernah mendengar cerita dari masyarakat lokal kalau Canjur Selatan khususnya kecamatan Cidaun merupakan wilayah yang dekat dengan pulau Chrismas dari Australia. Sehingga ada beberapa kejadian warga asing yang secara illegal keluar masuk melalui pelabuhan pantai Jayanti.

Selain pantai yang dapat dijadikan wisata pada saat mengunjungi tempat ini. Kamu juga bisa menemukan pemandangan sawah dekat dengan tepi pantai. Pasti hal ini sangat unik, karena kamu sudah tahu bahwa tanaman padi membutuhkan air tawar atau kadar garamnya (salinitas) yang sangat rendah. Selain itu terdapat tanaman lainnya dekat dengan tepi pantai.

Sawah Ditepi Pantai

Cianjur selatan khususnya kecamatan yang saya tempati yaitu Cidaun merupakan wilayah perbatasan dengan Garut dan Bandung. Jaraknya pun lebih dekat kedua tempat ini dari pada Cianjur kota. Daerah perbatasan dengan Garut yaitu Pantai Ranca Buaya sedangkan dengan daerah Bandung yaitu Ciwidey.

Perjalanan saya di Cianjur tidak hanya di daerah Cidaun tetapi pergi kebeberapa desa lainnya. Ketika saya pergi keliling desa, saya masih melihat beberapa tempat yang susah untuk dikunjungi dengan jalan yang berbatu, berlumpur ketika musim hujan, tidak ada penerangan jalan, tidak ada pembatas bahwa jalan tersebut disebelahnya ada jurang. Salah satu hal yang membuat saya sedih ketika berkunjung ke tempat yang sulit dijangkau dengan kendaraan, yaitu ketika melihat orang yang sakit harus digotong oleh beberapa orang dengan menggunakan helaian kain dan alat bamboo untuk menempuh perjalanan beberapa kilometer ke jalan dimana ambulan sudah menunggu untuk mengantarkan pasien ke ke rumah sakit. Dan sepengetahuan informasi yang saya dapatkan bahwa kecamatan ini tidak mempunyai fasilitas umum rumah sakit dan hanya terdapat satu puskesmas.

 

Sekian cerita singkat perjalanan di Cianjur Selatan dari saya semoga dari yang sebelumnya belum tau jadi tahu ya…..

Risma in the beach

Kelana

Sejarah dan Pesona Gunung Anak Krakatau

80 Views

Apakah kamu pernah mengunjungi Gunung Anak Krakatau? kalau belum tempat ini menjadi tempat menarik untuk dikunjungi atau sebagai tempat penelitian. Tetapi kalian harus mengetahu dulu waktu yang tepat untuk berkunjung dan harus izin kepada pengelola cagar alam ini. Berikut adalah pengalaman saya ketika berada di Gunung Anak Krakatau

Sejarah Anak Krakatau

Sebelum 1883: Pembentukkan komplek gunung krakatau pada masa prasejarah diawali dengan adanya sebuah gunung api besar yang disebut Krakatau Besar dengan bentuk seperti kerucut. Pada ratusan ribu tahun lalu terjadi letusan dahsyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian krakatau. Akibat letusan tersebut menyisakan 3 pulau kecil yaitu pulau Rakata, Panjang, dan Sertung. Pertumbuhan larva yang terjadi di dalam kaldera Rakata membentuk dua pulau vulkanik baru yaitu Danan dan Perbuatan.

Pada tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan sekitar 60% tubuh Krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera dengan diameter kurang lebih 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Kegiatan vulkanik di bawah permukaan laut terus berlangsung dan periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung membentuk pulau yang disebut Anak Krakatau.

History of Anak Krakatau Mountain

Krakatau mountain-range was formed during the prehistory era from a cone shaped mountain called Krakatau Besar mountain. Hundred thousand years ago, there was a terrible eruption which destroy and formed more than the 2/3 parts of the whole Krakatau island. Therefore, this eruption left 3 small islands named Rakata island, Panjang island, and Sertung island. Due to the increase of the lava inside the caldera of the Rakata, 2 more new volcanic islands were formed Danan and Perbuatan.

Afterward, on the 27 of August 1883, there was an eruption in the Krakatau in the Krakatau vulcano. This eruption destroyed 60% of central area of the island and formed a caldera of approximately 7 km and left 3 islands: Rakata, Sertung, and Panjang islands. The volcano activity continued permanently underneath the sea and in the period 1927-1929 as a consequence of an eruption, a new crater emerged from the sea. This formed a new island called Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau Tahun 2017

Perjalanan saya dengan teman-teman menuju anak Krakatau dimulai dari Dramaga Canti, Lampung. Perkiraan waktu menuju Anak Krakatau sekitar 4 jam an menggunakan perahu nelayan. Pertama kali kita  mendarat di anak Krakatau maka pemandangan yang pertama dilihat adalah seperti gundukan pasir hitam yang tinggi menjulang dan di bagian tertinggi atas pasir itu seperti ada asap putih. Bagian bawah kaki gunung terdapat beberapa vegetasi tanaman dan ada juga yang tidak terdapat vegetasi tanaman karena bagian yang tidak ada vegetasi merupakan bagian yang seperti bebatuan yang mengeras.

Setelah pertama kali menginjangkkan kaki di atas pasir hitam Anak Krakatau, kita langsung berhadapan dengan sebuah bangunan kayu yang bertulisan Lampung. Bangunan tersebut yang akan menjadi tempat tinggal untuk tidur selama 4 hari 3 malam. Tetapi tidak semua orang tidur di bangunan kayu tersebut. Sebagian orang membangun tenda dan ada juga yang membuat tempat bersantai dengan menggunakkan hammock diantara dua pohon.

Rumah kayu di Gunung Anak Krakatau

Fasilitas yang ada di pulau ini tidaklah seperti pulau-pulau yang berpenghuni.  Jadi kita belajar untuk menyesuaikan diri dilingkungan dengan keterbatasan berbagai fasilitas.

  1. Tidak ada signal
  2. Terdapat toilet sederhana tanpa jamban dengan 3 dinding yang tingginya kira-kira 170 cm dan tanpa atap. Jadi, kalau perlu BAB kamu harus menggali pasir sendiri
  3. Terdapat sumur air untuk mandi dan cara mengambil airnya menggunakkan katrol. Selain itu, seperti yang kalian ketahui kalau tempat ini merupakan sebuah kawasan gunung vulkanik yang dikelilingi pantai, jadi airnya pun asin dan hangat 24 jam tapi rasa asinnya tidak terlalu asin seperti air laut.

Keindahan Gunung Anak Krakatau

Kondisi flora dan fauna disana tidaklah sekaya di pulau-pulau lainnya. Disana saya hanya bisa melihat beberapa jenis hewan seperti biyawak, kupu-kupu, capung, kadal, cicak, burung. Karena saya disana belajar mengamati binatang herpet jadi saya dan teman-teman mencari hewan tersebut sampai ketempat puncak gunung anak Krakatau tapi daerah yang memang diizinkan untuk dinaiki. Yang membuat sangat terkesan dengan belajar pengamatan ini, ternyata kita masih bisa menemukkan cicak di daerah puncak anak Krakatau di bawah bebatuan padahal disana suhunya panas apalagi di siang hari (tempatnya ada di foto ke-1 dan 2 dari akhir).

Masalah pemandangan di Anak Krakatau jangan diragukan lagi karena berdasarkan pengalaman pribadi tempat ini merupakan tempat yang sangat berkesan. Ketika matahari belum terbit kamu bisa melihat sunrise di atas gunung anak Krakatau, kawah, pantai, melihat pulau-pulau kecil dari anak karatau, melihat pemandangan dari wilayah yang terdapat vegetasi, wilayah transisi dari vegetasi ke non-vegetasi, dan wilayah gunung yang memang tidak terdapat vegetasi tanaman.

Salah satu spot foto yang ada tulisan cagar alam krakatau

Batas puncak Anak Krakatau yang boleh dikunjungi

Me and Anak Krakatau