Category -

Cerita

Cerita

Menerapkan Stoisisme dalam kehidupan sehari-hari

12 Views

Beberapa minggu bahkan beberapa bulan terakhir ini saya sering membaca dan menonton buku atau video yang beraliran motivasi. Tanpa perlu ditanya kenapa? mungkin hampir semua orang pernah mengalami suatu titik terbawah. Dimana orang dalam menasihati kita dengan kata “sabar” bukanlah menjadi suatu kata yang kita inginkan karena kita pasti udah tau teorinya memang seperti itu.

Ketika dalam proses membaca buku “Filosopi teras” dan beberapa video di youtube. saya menemukan istilah stoisisme. Stoisisme merupakan suatu aliran filsafat Yunani kuno yang mengajarkan tentang suatu kebajikan, toleransi dan pengontrol diri. Nama dari stoicism berasal dari stoa poikile dan orang yang mempraktekkan filsafat ini disebut stoic yaitu orang yang tenang dalam keadaan tertekan dan menghindari emotional extreme.

Pelajaran yang saya dapatkan dan sangat relefan untuk diterap dalam kehidupan sehari-hari yaitu

1. Kehidupan itu sudah diatur oleh semesta atau kalau orang muslim bilangnya kehidupan itu diatur oleh Allah SWT

Bagaimana pun kita hanyalah manusia yang hanya bisa berencana tetapi kita tidak tahu apakah rencana tersebut sesuai dengan apa yang kita harapkan atau tidak. Mungkin kita akan kecewa ketika harapan kita tidak sesuai dengan keinginan kita. Tetapi itulah yang terbaik untuk kita, yang secara tidak langsung kita tidak mengetahuinya.

Salah satu contohnya adalah saya menargetkan untuk lulus hanya dengan waktu 3 semester untuk program S2. Tetapi, kenyataannya kelulusan saya lebih lama dari yang saya targetkan. Kecewa? sedih? iya, pasti perasaan itu muncul. Selain perasaan yang menyedihkan tersebut muncul, tenyata ada beberapa hal yang harus disyukuri karena saya banyak belajar banyak hal.

  • Selama menjadi status mahasiswa yang lulusnya ngaret, saya banyak belajar bagaimana susahnya mencari uang untuk bisa survive selama menjadi status mahasiswa secara independent.
  • Banyak mendapatkan link selama proses serabutan mencari uang dan link untuk berkolaborasi
  • dan masih banyak lagi

Mungkin seandainya lulus cepat, saya tidak akan merasakan beberapa hal yang mungkin tidak akan terjadi jika saya lulus dalam waktu 3 semester. Jadi, kita hanya bisa melakukan yang terbaik dalam versi kita dan menyerahkan segala usaha kita pada yang maha kuasa karena Dia lah yang lebih tau jalan yang seharusnya kita lalui.

2. Mengontrol apa yang bisa dikontrol tanpa memusingkan apa yang tidak bisa dikontrol

Point yang kedua ini berkaitan dengan poin yang pertama bahwa kita hanya bisa melakukan yang terbaik, tanpa mengetahui hasilnya seperti apa karena hal tersebut merupakan hal yang diluar kontrol kita.

Salah satu contohnya saya sudah belajar mati-matian untuk mata kuliah A tetapi hasilnya saya mendapatkan nilai yang pas-pasan dan beberapa teman menjudge saya sebagai orang bodoh. Apa sih yang bisa kita kontrol dari cerita ini? yang bisa saya kontrol yaitu saya belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang terbaik dan hal yan tidak bisa saya kontrol yaitu saya mendapatkan nilai yang pas-pasan dan jude dari orang lain.

Secara  sadar maupun tidak sadar kita selalu memikirkan apa yang tidak bisa kita kontrol dan hal itu akan membuat kita lebih stress sedangkan dalam filosofi ini mengajarkan bahwa kita cukuplah memikirkan apa yang bisa dikontrol tanpa harus berpusing-pusing dengan hal yang diluar kontrol kita.

3. Baik dan buruk

Filosofi stoisisme mengatakan bahwa kata baik dan buruk itu dibuat oleh otak kita sendiri. Filosofi ini mengajarkan bahwa hasil dengan nilai baik dan buruk itu sebenarnya tidak ada dan yang ada itu adalah suatu pelajaran.

 

Sebenernya masih banyak lagi sih point-point pelajarannya tapi yang saya inget cuma 3 point aja.

 

 

Cerita

Hahaha

44 Views

Asking why me? complaining, crying

Those are my negative things that what i have

a few days ago i was back to my hometown

i was so happy because i was thinking that i could pouring all my chaos

but actually, it wasn’t happening because “your time is over Risma!”

just take it back your chaos and solve it by yourself

 

 

Cerita

Perontok Bulu Ko Kaya Gini?

184 Views
3 Jenis produk cream hair removal "VEET"

Kulit Cantik

Memiliki kulit yang cantik merupakan idaman hampir semua wanita untuk lebih percaya diri #BeAConfidentYou. Salah satu definisi cantik dari perspektif wanita memiliki kulit yang mulus dan terhidar dari bulu. Banyak tempat kencantikan yang menawarkan beberapa pelayanan untuk menghilangkan bulu pada kulit seperti bulu pada kaki, tangan, ketiak dan lainnya. Tetapi kalo kita harus sering-sering pergi ke salon untuk menghilangkan bulu, kita juga harus siap menyiapkan uang yang lebih.  Khususnya untuk saya sendiri sebagai anak mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan tetap. Jadi sebisa mungkin harus yang super minimalis tapi hasilnya oke dong

Kulit cantik (https://unsplash.com/@billiebodybrand)

Apapun warna kulitmu asal bersih tetap cantik ko (https://unsplash.com/@billiebodybrand)

Teknik Menghilangkan Bulu

Teknik menghilangkan bulu pada kulit ada beberapa macam. Beberapa teknik yang paling dikenal yaitu waxing dan dicukur pake silet pencukur. Tetapi ada beberapa kekurangannya. Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan waxing untuk menghilangkan bulu perlu keberanian untuk merasakan rasa sakit saat pencabutan bulu bahkan bisa menghasilkan luka dan warna merah pada kulit. Sedangkan penggunaan alat cukur hasilnya kurang memuaskan yaitu bulu tidak terangkat 100% sehingga ketika kita mengusap bagian kulit masih terasa kasar karena masih terdapat bulu di kulit tersebut.

Lester120 / Getty

Lester120 / Getty

Hair Removal Cream “Veet”

Setelah saya coba cari-cari di tempat jual beli swalayan saya menemukan produk untuk mengilangkan bulu tanpa rasa sakit dan pedih. Nama produknya adalah “VEET”. Produk ini punya beberapa jenis berdasarkan tipe kulit dari penggunanya yaitu untuk kulit sensitive, kulit kering, dan kulit normal. Jadi buat kamu yang mau coba produk ini harus hati-hati juga ya dan harus peka terhadap kulit sendiri. Kalau ada keluhan setelah pemakain maka kamu harus menghentikan pemakain produk tersebut.

3 Jenis produk cream hair removal "VEET"

3 Jenis produk cream hair removal “VEET”

Hari ini saya coba-coba membandingkan ketiga produk tersebut dan kalau menurut saya sih mungkin karena kulit saya tebal atau gimana ya. Jadi saya tidak bisa membedakan perbedaan dari ketiga jenis produk ini kecuali dari wanginya berbeda.

Pertama kali saya menggunakan produk ini dan mengoleskan pada kulit bagian ketiak yang berbulu. Kulit terasa dingin dan setelah 3 sampai 4 menit bulu-bulu pun terlihat rontok seperti meleleh dan setelah cream veet tersebut dihilangkan menggunakan spatula kulitpun terlihat mulus dengan cepat dan halus.

Oya hal yang perlu diperhatikan untuk penggunaannya, kamu harus membaca cara pemakaiannya secara detail karena tidak semua bagian bisa memakai cream ini, khususnya daerah yang sensitif. Jadi harus tetap hati-hati ya!

Kelebihan produk veet:

  1. Harganya murah sekitar Rp 14.000 atau Rp. 15.000 dan untuk saya bisa dipakai lebih dari sekali untuk pemakaian bagian ketiak
  2. Komponen produk sudah disediakan spatula untuk mengoleskan cream ke kulit dan untuk menghilangkan bulunya
  3. ketika creamnya dioleskan pada kulit maka akan terasa dingin yang membuat kulit saya terasa relax TAPI JANGAN DICIUM ya baunya hehe….
  4. Proses menghilangkan bulu cepat hanya dengan waktu 3 sampai 6 menit saja
  5. Tidak terasa sakit atau perih (tergantung sensifitas dari kulit ya)

Nah gimana nih setelah baca pengalaman saya menggunakan produk ini? jangan lupa baca artikel pengalaman saya di blog ini ya

Cerita

Buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat”

187 Views

Beberapa hari sampai beberapa minggu ini saya sedang mengisi waktu kosong saya dengan membaca buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat”. Buku ini merupakan buku terjemahan dari judul aslinya adalah “The Subtle Art of Not Giving a Fuck” yang ditulis oleh Mark Manson. Buku ini termasuk buku best seller versi New York Times dan Globe and Mail. Selain laris di luar negeri, buku ini juga laris di toko buku online di Indonesia karena sering kali banyak pembeli yang memesan tetapi stock bukunya sudah habis.

Seperti beberapa buku terjemahan lainnya pada saat pertama kali membaca buku ini, terkadang saya tidak paham maksud dari bacaan tersebut. Tetapi setelah saya mencoba terus membacanya, saya baru memahami isi buku tersebut. Karena lama kelamaan mulai terbawa dengan buku Mark ini saya mendapatkan banyak banget nasihat di saat kehidupan penuh drama dan buku ini recommended banget buat kamu yang sedang membutuhkan motivasi dalam kehidupan drama. Selain itu, buku ini terdapat beberapa contoh kehidupan sehari-hari si pengarang dengan beberapa teman dan kerabat. So, mungkin ada beberapa kemiripan cerita tersebut dengan kehidupan kita sendiri.

Beberapa hal yang saya dapatkan dari buku ini adalah bagaimana caranya supaya kita bisa mengontrol emosi tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Mungkin kita bisa mendengarkan orang lain tetapi sebatas hal tersebut bermanfaat untuk diri kita sendiri tetapi kalau hal tersebut membuat kita terpuruk ya buat apa? Lebih baik kita mencari dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk diri kita.

Nasihat lainnya yaitu ketika dalam sebuah drama kehidupan kita sering kali merasakan dua hal. Pertama kita sebagai korban dan kedua kita menyalahkan diri kita dalam drama tersebut. Disini Mark mengajarkan kita untuk tidak menjadi dua hal tersebut dan mengajarkan untuk menerima kehidupan drama yang melatih kita untuk tidak lemah. Dan sesuatu yang terjadi pada diri kita itu pasti ada makna yang tidak akan sia-sia…. Tetapi pada saat itu kita memang tidak tau maknanya apa, karna kalau kita sudah tau, ya itu bukanlah sebuah kehidupan yang penuh teka teki dan kehidupan akan datar atau tidak bermakna.

And still many more of advice in this book……….

Cerita

Mom’s Day

181 Views

Hari ini saya menulis di blog adalah hari yang spesial tetapi pada awalnya saya menganggap hari ini adalah hari biasa dengan hari lainnya. Melupakan hari ini karena sibuk dengan urusan diri sendiri. Terlalu menganggap hari ini spesial, membuat saya berpikir jika hal tersebut seperti anak kecil yang mengharapkan sesuatu di hari spesial.

Pemikiran itu seketika terpecah belah dan berpikir apa yang saya pikirkan itu sangat salah besar. Sayapun tersadar ketika mamah saya telpon dan mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan doa termanis untuk anaknya. Sambil terdengar suara isak tangis terharu dan mamah saya menganggap kalau saya masih gadis kecilnya yang baru terlahir di 25 Januari. Well, i was crying and i didn’t know what should i say to her. I was doing something wrong to thinking that today is same days like another day. yeah… that is totally big wrong.

25 January is really special for my mom and also for me, ya karna ditanggal tersebut mamah saya sudah berjuang nyawa untuk melahirkan putri pertamanya kedunia dan membesarkannya sampai sekarang dan mamah saya akan selalu mengingat moment spesial tersebut. Selain rasa haru karna senang tetapi disisi lain terdapat rasa sakit yang luar biasa.

Love you so much. There isn’t word to describe my love for my mom and also my dad. Thank you so much for caring me

Cerita

#CeritaPendek1

169 Views

Kemarin sore, aku lagi kere banget karena duit udah abis dan mau ga mau harus minta uang ke orang tua. Ya walaupun sebenernya udah malu banget buat minta tapi mau gimana lagi dari pada ga bisa makan.

Pagi-pagi setelah bangun tidur langsung pegang hp dan sms bapak “Pak, uang saya tinggal dikit lagi…”. Saat itu uang yang biasanya di simpan di kantong yang bergambar gajah dengan tulisan “I love thailand” cuma ada sekitar 20.000 an. Setelah ngecek jumlah uang di dompet langsung mikir buat ganjel perut dan akhirnya punya ide buat masak nasi dan terong pake bumbu saori di kossan temen (bahasa kerennya aku tinggal numpang).

Sebelumnya kompor ga bisa dinyalain karena regulatornya rusak. Tapi entah kenapa pas hari itu bisa dinyalain dan langsung bikin masakan sendiri buat ga ngeruangin sisa uang di dompet yang tinggal 20.000 an. Setelah selesai masak akhirnya bapak aku telpon “Bapak udah ngirim uang ya” dan aku cuma bilang “Yaaa….”. mungkin karna balesannya kaya g tau terima kasih, bapakpun nimpal balik “bilang apa dong….” dan akupun jawab “Terima kasih Bapak…”.

Setelah dapet kiriman hiduppun merasa lebih aman dan tentram dan uang 20.000 an itu aku beliin makanan cemilan macam-macam keripik singkong sama minuman buat ngelawan ngantuk kalau lagi diperpustakaan.

Setelah pulang dari perpustakaan sekitar jam 17.00, aku langsung pergi ke atm terdekat buat ngambil uang kiriman. Beberapa menit pake atm dan sudah nulis nominal berapa uang yang akan diambil… eh ternyata atmnya lagi ga bisa tarik uang. karena ga ada rasa curiga aku nyoba atm lain buat ngambil uang dan disitu aku baru nyadar kalau uang kirimannya udah ga ada.

Disaat itu ngerasa beku ga punya uang dan sisa uang tinggal 4000. Sebelumnya udah ceria banget dapet kiriman dan yang tadinya mau ikut nginep di lab terus, aku WA tmn “i was cooking eggplant this afternoon. So, you dont need to buy food for dinner”. Isi WA itu aku langsung hapus karena aku g mood buat nginep di lab lagi karena mikirin uang yang tiba-tiba ga ada.

Besoknya langsung komplen ke bank dan pihak costumer service bilang uangnya akan kembali setelah 5 hari kerja. Tengtong…….. uang 4000 buat 5 hari bisa ga ya????

Cerita

The days before bachelor (part 1)

0 Views

Lulus sarjana memang sangat diidam-diadamkan apalagi kalo lagi proses nulis skripsi rasanya pengen cepet-cepet lulus biar bisa bebas dari bolak-balik revision tapi hikmahnya karena sering ngeprint hamper tiap hari bisa dikenal sama abang-abang print an, deg-degan ketemu dosen tapi hikmahnya sering-sering ketemu bisa sampe akrab sampe detik sekarang dan aku anggap mereka sebagai orang tua sendiri. Selain dua hal yang udah disebutin, ada lagi nih pertanyaan yang paling sensitive buat mahasiswa tingkat akhir yaitu pertanyaan kapan lulus? kapan sidang? Balik ke kata hikmahnya lagi nih, pertanyaan itu bisa dijadiin motivasi buat cepet-cepet lulus tapi kalo udah keseringan dang ga lulus lulus, kita bakal kebal sama pertanyaan itu dan akhirnya, bodo amat karena mereka yang nanya ga tau proses kita ngapain aja, tingkat kesusahan kita kaya apa.

Perkenalkan nama aku Risma jurusan biologi disalah satu perguruan tinggi negeri yang banyak meme singkatannya. Sewaktu kuliah S1 aku termasuk orang biasa-biasa aja jadi ga terlalu terkenal. Bukan g terlalu terkenal lagi sih tapi emang ga terkenal. Semasa S1 aku ngincer dan ngidam-idamin laki-laki yang berinisial F dari jurusan kehutanan yang dari pertama kali kuliah S1 sampai dengan lulus S1. Kenapa bisa kaya gitu? Karna pas pertama kali masuk kuliah kita sekelas selama satu tahun. Mulai dari sana aku sering kepo dan ngerasa seneng banget kalo ketemu tapi sayangnya aku Cuma bisa jadi secret admirenya aja.

Perjalanan secara singkat tentang proses skripsi aku awalnya berminat sama topik skripsi yang banyak ngelabnya kaya penelitian mikrobiologi atau tumbuhhan biar keliatan keren dan sedikit aga keliatan pinterlah. Itu adalah salah satu alasannya dangkal aku buat milih penelitian skripsi. Alasan yang lainnya yaitu karna sejak dari awal sering banget negelakuin studi lapang yang berbau dengan lapangan dan ngamatin tentang hewan. Pertama semester 3 atau 4 ada kegiatan yang namanya studi lapang dan topik aku kebagian topik pengamatan tentang hewan berdarah dingin sama hewan berdarah panas yang pengamatannya harus mulai dari subuh-subuh dan ngamatin lagi sore-sore sampai gelap gulita. Yang kedua adalah praktek lapang di semester 6 ke semester 7. Awalnya aku udah niat banget pengen dapet topik yang bisa ngelab-ngelabnya di praktek lapang (PL) ini yaitu tentang tumbuhan atau mikrob. Nah semenjak itu aku sama temen nyari-nyari tempat bwt PL mulai ke puncak di perusahaan kebun teh, budidaya anggrek, taman bunga di cianjur, sampai dengan perkebunan karet yang ada di Bandung yang super jauhnya minta ampun. Pencarian kemana-mana udah dilakuin tapi belum srek semua. Alasannya aku lupa apa aja tapi salah satunya karna kita bingung kita harus nyewa kamar kos dimana. Ah satu lagi, yang bikin kita ga srek karena kita ngerasa takut buat PL disana khususnya yang dibandung karena ada cowo yang ga jelas suka ngegodain sampe dia ngrim sms segala gara-gara pas mau masuk ke kebuk karet dan disana harus nyatet buku tamu. Disanalah awal mula sering dapet sms yang ga jelas ala artis yang punya penggemar.

Oke, kayanya udah mulai nyerah dengan nyari-nyari tempat buat praktek lapang. Terus, Ada temen aku yang berbeda nyari tempat PL di kebun binatang dan entah kenapa prosesnya gampang banget, fasilitasnya memuaskan dan bikin srek buat ngelakuin praktek lapang disana. Akhirnya gw PL dikebun binatang dengan topik pengamatannya tentang kangguru selama satu bulan. Kerjaan gw disana mulai dari jam 7 sampai jam 5 sore ngebersihin kandang kanggruru, ngasih makan, ngamatin perilaku mereka. Awalnya sih besemangat banget ngamatin perilakunya tapi lama-lama karena udah tau perilakunya kaya gimana jadi aga bosen apalagi kalau kanggurunya udah mulai tidur aku pun pengen tidur juga apalagi selama PL cuacanya selalu dingin karena emang tempatnya di puncak. Buat ngilangin bosen aku selalu mampir ke tempat-tempat hewan lainnya yang kira-kira aman kalau pergi.

Setelah selesai praktek lapang dengan banyak pengalaman (haha so banget but it’s ok to make I am happy) dan temen-temen baru yang asik. Akhirnya tahap tiba saatnya harus melanjutkan perjalanan buat mutusin topik penelitian skripsi. Saat itu, tekad aku masih sama pengen dapet topik tentang tumbuhan atau mikrobiologi yang bisa ngelab. Karna belum ada ide siapa pembimbingnya, akhirnya aku dateng ke salah satu dosen tumbuhan yang emang sebelumnya adalah pembimbing praktek lapang. Setelah ketemu sama beliau, langsung bilang “Ibu saya ingin penelitan skripsi bersama ibu, kira-kira ibu ada topik tidak?” ga lama setelah ngajuin pertanyaan dan ibunyapun belum ngejawab apa-apa, tiba-tiba ada dosen bidang hewan dateng keruangan dan tegur sapa dulu sama sama dosen tumbuhannya. Terus dosen tumbuhan yang namanya Ibu Titi dan dosen hewan yang namanya bu Riri diskusi, aku lupa mereka diskusi apa yang tau saat itu mereka itu bak kaya soulmate karena mereka satu ruangan kerja. Saat itu aku cuma diem dan nyimak apa yang mereka diskusiin, ya walaupun itu adalah urusan lain yang ga ada sangkut pautnya dengan apa yang aku tanyain sebelumnya. Istilahnya saat itu adalah serasa obat nyamuk. Setelah mereka selesai berdiskusi, bu Riri langsung ngeliatin aku yang lagi bengong karna ga paham mereka ngomong apa dan bilang “Oh ada yang lagi konsultasi ya?” dan bu Titi pun langsung bilang “iya, dia lagi konsultasi untuk penelitian skripsinya”. Dengan ekspresi yang seperti kestrum karena kaya menarik perhatian bu Riri, beliau pun langsung  tanya “Tentang apa bu Titi?”. Dengan jujurnya bu Titi merespon “belum nentuin judul bu, masih nyari ide”. Secara spontan sinyal ide pun mucul tanpa harus melalui otak, Ibu Riri langsung ngasih ide “Oh ya udah tentang trigona saja kebetulan saya ada topik menarik sekali”. Disaat mereka kembali berdiskusipun aku pun hening diem karna masih bingung mau penelitan apa dan nunggu ada yang tanya tentang. Finally, topik penelitiannya adalah perpaduan tumbuhan dan hewan jadi aku bisa ngerasain setengah ngelab dan setengahnya dilapangan.

Kegiatan aku saat penelitian yaitu pagi-pagi harus mulai penelitian sekitar jam 6 pagi di salah satu arboretum di kampus buat nangkep lebah yang ukurannya kurang dari 1 cm. Jalan sendirian dengan dandanan seadanya karena masih pagi-pagi banget dan masih ngantuk, bawa perabotan lapangan dan salah satunya bawa alat tangkep ikan. Mungkin dari kejauhan orang-orang bakal mikir tu orang ngapain sendirian di arboretum landscapes sendirian dan kaya anak kecil bawa jarring ikan. Tapi saat itu ga kepikiran hal begituan. Setelah jam 11 siang nangkep lebah udah selesai dan buru-buru pergi ke kossan buat mandi dan solat. Jam 1 siang harus berangkat lagi ke kampus buat ngelab biasanya sampe magrib atau kadang kalau sampel lapangannya banyak dan lagi semangat-semangatnya bisa nyampe jam 9 malem.

Proses pengambilan data dilapanganpun ga selalu berjalan mulus, mulai dari lebah yang dipelihara mati, sampel yang diambil jelek dan masalah yang paling besar adalah tamanan yang dipake buat penelitan di babad abis sampai rata dan hanya keliatan tanahnya doang. Masalah besar dalam penelitanpun bikin nangis beberapa hari dan takut disuruh ngulang dari awal lagi sama pembimbing. Tapi temen-temen aku selalu nyemangatin dan nasehatin kalau itu adalah hal yang biasa kalo pas penelitian. Akhirnya dengan memberanikan diri, aku ketemu sama dosen pembimbing pertama dan bilang kalau objek penelitian tanamannya ada yang ngebabad. Dengan sangat bijaksana dan aku bersyukur banget mempunyai pembimbing yang super super perhatian dan sangat membantu dan sangat memotivasi. Akhirnya pembimbing ngasih saran dan solusi. Dan selanjutnya aku disaranin buat ngerapihin data yang ada dan nulis draft buat SEMINAR PENELITIAN SKRIPSI!! YEAYYY (To be continue….)

 

 

The point of this story is:

  1. We must do the best for everything even if we don’t know what happen in the next future because god always give something best for us without we know
  2. Something that we want is not always good for us but something that we don’t want it is not always bad for us

Is there Any point from this story? Let me know please…….. J