Artikel

Adaptasi Suku Bajau di Lautan

299 Views
Foto Kabei salah satu warga suku tradisional suku bajo, ketika sedang menyelam mencari ikan.

Suku Bajau?

Suku bajau terkenal dengan para nelayan yang dapat menyelam dengan durasi lebih lama dari pada orang biasanya tanpa peralatan. Terdapat beberapa stereotipe tentang orang suku bajau. Nama bajau sering diartikan sebagai label yang pengelompokkan kelompok bajak laut. Kelompok tersebut memiliki ciri fisik seperti kulit berwarna hitam legam dan warna rambut kekuning-kuningan. Selain itu orangpun beranggapan bahwa orang bajau sebagai pembom dan pembius sumberdaya laut dan tidak berpendidikan. (Ekspedisi: Mengenal Kehidupan Suku Tradisonal Bajau)

Foto Kabei salah satu warga suku tradisional suku bajo, ketika sedang menyelam mencari ikan.

Foto Kabei salah satu warga suku tradisional suku bajo, ketika sedang menyelam mencari ikan.

Persebaran Suku Bajau

Suku Bajau tersebar di berbagai wilayah atau negara yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Vietnam, dan Thailand. Di Indonesia, Suku bajau tersebar di 22 provinsi dan salah satunya berada di Wakatobi Sulawesi Tenggara. Suku bajau memiliki rumah diatas permukaan air laut karena sebagian besar kehidupan suku ini sangat ketergantungan dengan laut sehingga lokasi pemukimannya selalu berada pada gugusan karang yang berpotensi.

Suku Bajau di Wakatobi

Jumlah penduduk suku bajau di Wakatobi yaitu sekitar 1500 jiwa. Hampir sebagian besar penduduk memiliki matapencaharian sebagai nelayan. Selain nelayan mereka bekerja sebagai pedagang sembako dan penjual hasil laut.

Penduduk suku bajau mempunyai banyak pengetahuan mengenai maritim dengan belajar secara langsung di alam. Pengetahuan alam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu seperti peredaran bulan, matahari atau musim, peristiwa pasang surut, dan termasuk ilmu perbintangan secara tradisonal. Dengan pengetahuan tersebut maka nelayan dapat menentukan area penangkapan ikan dan alat apa yang harus digunakan.

Rumah penduduk suku bajau yang berada di atas permukaan air laut. Foto berdasarkan hasil presentasi wallacea week 2018.

Rumah penduduk suku bajau yang berada di atas permukaan air laut. Foto berdasarkan hasil presentasi wallacea week 2018.

Mengapa Suku Bajau Dapat Menyelam dengan Durasi Lama dari pada orang biasanya?

Keunikan suku bajau yang dapat meyelam dengan durasi waktu yang lebih panjang dari pada orang normal yang biasanya menyelam tanpa peralatan menimbulkan suatu pertanyaan bagi peneliti. Penelitian tersebut telah ditemukan pada tahun 2018.

Memahami fisiologi dan genetik dari orang yang memiliki toleransi terhadap kekurangan oksigen sangatlah penting untuk mengetahui dampaknya. Sebagian besar penelitian tentang toleransi kekurangan oksigen dilakukan pada orang yang hidup berdasarkan ketinggian daratan sedangkan berdasarkan kedalaman dan durasi menyelam belum banyak diketahui.

Sebuah penelitian tentang suku bajau menemukan bahwa terdapat seleksi alam dari variasi genetik yang disebut “gen PDE10A” sehingga mengakibatkan peningkatan ukuran limpa pada suku bajau. Ukuran limpa yang lebih besar akan meningkatkan oksigen dari sel darah merah. Selain itu, pada suku bajau memiliki satu gen yang dapat memberikan kemampuan reflex untuk menyelam.

Ilustrasi perbedaan ukuran limpa antara dua suku yang tidak terbiasa menyelam (suku saluan) dan suku yang terbiasa menyelam (suku bajau). (Gambar diambil dari artikel: Article: Physiological and genetic adaptations to diving in sea nomads)

Ilustrasi perbedaan ukuran limpa antara dua suku yang tidak terbiasa menyelam (suku saluan) dan suku yang terbiasa menyelam (suku bajau). (Gambar diambil dari artikel: Article: Physiological and genetic adaptations to diving in sea nomads)

 

Sumber: hasil dari seminar wallacea week dan artikel journal “Physiological and genetic adaptations to diving in sea nomads”

You Might Also Like

Leave a Comment

Leave a Reply