Monthly Archives

December 2019

Coretan

Kenapa? kenapa?

222 Views

Ingin mengeluh….

Kenapa harus menunggu

kenapa harus memahami orang lain

kenapa harus ada hirarki dalam hewan sosial

kenapa aku harus begini

kenapa formalitas itu bikin hidup kaku

kenapa? kenapa?

 

Coretan

Kupon senyuman

234 Views

Aroma angker dan tatapan sinis memang sudah hal yang sering terlintas dalam otak ketika membayangkan “ruangan tamatan sarjana”. ruangan yang dilantai satu, lumayanlah buat latihan mental dulu tapi ruangan lantai 2 sudah ganas mulai dari bersentuhan pagar sampai dengan isinya dan saya pun sudah sekitar 4 kali membawa musibah banjir keluar dari lantai dua tersebut.

Membawa pengalaman yang kurang menyenangkan dari rungan tamatan sarjana membuat saya enggan untuk memasukinya. Tetapi mau tidak mau saya harus masuk. Beberapa hari sebelum masuk keruangan sayapun harus menyiapkan mental terlebih dahulu karena sudah membayangkan saya harus naik ke lantai 2 untuk mencium dan menerima tatapan yang angker.

Beberapa hari setelah menyiapkan mental untuk memasuki lantai 1 akhirnya saya masuk ruangan lantai 1 dari ruangan tamatan sarjana. Kupon undian pun segera didapatkan dan sayapun selalu melirik sebuah layar yang menayangkan nomor undian. secara sadar otak sayapun selalu berdoa semoga saya beruntung.

Nomor undian sayapun akhirnya keluar dan saya pun ingin meloloskan diri dari nomor undian tersebut karena saya sadar karena nomor undian itu tidak membawa keberuntunan. sampai akhirnya saya harus mencari nomor undian kembali sampai dengan menunjukkan bahwa nomor undian itu adalah sebuah keberuntungan.

Saya sangatlah senang karena keberuntungan itu datang. Keberuntungan itu muncul dari sebuah rekahan senyuman yang membuat saya lebih tenang dan secara tidak langsung saya pun mendapatkan motivasi dari senyuman itu bahwa saya tidaklah sendiri dan senyuman itu akan membantu saya untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

 

Terima kasih senyuman, saya berharap supaya saya bisa seperti kamu atau bahkan melebihi senyuman kamu……

Coretan

Tidak punya nama

220 Views

Sampai kapan saya berjalan ditempat yang sama

saya tau bahwa saya tidak mempunyai sebuah nama

Saya hanya mempunyai diri yang penuh harap dari kedua orang tua

saya tidak mempunyai nama yang membuat orang terpandang

Bisakah anda memberikan nama sedikit saja untuk saya?

tetapi sepertinya itu tidak mungkin

dan yang memungkinkan adalah…….

menuliskan nama sedalam-dalamnya ketika berjalan ditempat yang sama

Oke………

Coretan

Siapa yang Benar? dan siapa yang Salah?

211 Views

Setiap orang memiliki cara pemikiran yang berbeda-beda dan tidak bisa disama ratakan. Perselisihan pendapat sudah menjadi hal yang sering ditemukan dalam sebuah kehidupan. Dan setiap orang pasti merasa dirinyalah yang benar.

Saya tidak ingin berpikir bahwa orang lain itu salah dan sayalah yang benar. Tetapi yang saya inginkan adalah berdamai diantara dua pendapat atau lebih yang berbeda. Tetapi bagaimana caranya? dan sayapun tidak tahu bagaimana caranya untuk berdamai dengan hal itu.

Ketika ingin berdamai dengan cara mengikuti benar dan salah dari perspective orang lain maka kehidupan sayapun merasa tersiksa karena pikiran saya menentangnya tetapi saya harus mengikutinya. Ketika saya lebih memilih pendapat saya yang merasa benar maka orang lain pun akan menentangnya. Terus bagaimana? yeah kita tidak bisa memaksakan diri kita dan orang lain untuk mengakui hal benar dan salah dari pribadi yang berbeda.

Mungkin hal yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan orang yang ingin berdamai……..

 

 

Dear K, i don’t ask you to understand but i hope we can find a peace

 

Cerita

Menerapkan Stoisisme dalam kehidupan sehari-hari

332 Views

Beberapa minggu bahkan beberapa bulan terakhir ini saya sering membaca dan menonton buku atau video yang beraliran motivasi. Tanpa perlu ditanya kenapa? mungkin hampir semua orang pernah mengalami suatu titik terbawah. Dimana orang dalam menasihati kita dengan kata “sabar” bukanlah menjadi suatu kata yang kita inginkan karena kita pasti udah tau teorinya memang seperti itu.

Ketika dalam proses membaca buku “Filosofi teras” dan beberapa video di youtube. saya menemukan istilah stoisisme. Stoisisme merupakan suatu aliran filsafat Yunani kuno yang mengajarkan tentang suatu kebajikan, toleransi dan pengontrol diri. Nama dari stoicism berasal dari stoa poikile dan orang yang mempraktekkan filsafat ini disebut stoic yaitu orang yang tenang dalam keadaan tertekan dan menghindari emotional extreme.

Pelajaran yang saya dapatkan dan sangat relefan untuk diterap dalam kehidupan sehari-hari yaitu

1. Kehidupan itu sudah diatur oleh semesta atau kalau orang muslim bilangnya kehidupan itu diatur oleh Allah SWT

Bagaimana pun kita hanyalah manusia yang hanya bisa berencana tetapi kita tidak tahu apakah rencana tersebut sesuai dengan apa yang kita harapkan atau tidak. Mungkin kita akan kecewa ketika harapan kita tidak sesuai dengan keinginan kita. Tetapi itulah yang terbaik untuk kita, yang secara tidak langsung kita tidak mengetahuinya.

Salah satu contohnya adalah saya menargetkan untuk lulus hanya dengan waktu 3 semester untuk program S2. Tetapi, kenyataannya kelulusan saya lebih lama dari yang saya targetkan. Kecewa? sedih? iya, pasti perasaan itu muncul. Selain perasaan yang menyedihkan tersebut muncul, tenyata ada beberapa hal yang harus disyukuri karena saya banyak belajar banyak hal.

  • Selama menjadi status mahasiswa yang lulusnya ngaret, saya banyak belajar bagaimana susahnya mencari uang untuk bisa survive selama menjadi status mahasiswa secara independent.
  • Banyak mendapatkan link selama proses serabutan mencari uang dan link untuk berkolaborasi
  • dan masih banyak lagi

Mungkin seandainya lulus cepat, saya tidak akan merasakan beberapa hal yang mungkin tidak akan terjadi jika saya lulus dalam waktu 3 semester. Jadi, kita hanya bisa melakukan yang terbaik dalam versi kita dan menyerahkan segala usaha kita pada yang maha kuasa karena Dia lah yang lebih tau jalan yang seharusnya kita lalui.

2. Mengontrol apa yang bisa dikontrol tanpa memusingkan apa yang tidak bisa dikontrol

Point yang kedua ini berkaitan dengan poin yang pertama bahwa kita hanya bisa melakukan yang terbaik, tanpa mengetahui hasilnya seperti apa karena hal tersebut merupakan hal yang diluar kontrol kita.

Salah satu contohnya saya sudah belajar mati-matian untuk mata kuliah A tetapi hasilnya saya mendapatkan nilai yang pas-pasan dan beberapa teman menjudge saya sebagai orang bodoh. Apa sih yang bisa kita kontrol dari cerita ini? yang bisa saya kontrol yaitu saya belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang terbaik dan hal yan tidak bisa saya kontrol yaitu saya mendapatkan nilai yang pas-pasan dan jude dari orang lain.

Secara  sadar maupun tidak sadar kita selalu memikirkan apa yang tidak bisa kita kontrol dan hal itu akan membuat kita lebih stress sedangkan dalam filosofi ini mengajarkan bahwa kita cukuplah memikirkan apa yang bisa dikontrol tanpa harus berpusing-pusing dengan hal yang diluar kontrol kita.

3. Baik dan buruk

Filosofi stoisisme mengatakan bahwa kata baik dan buruk itu dibuat oleh otak kita sendiri. Filosofi ini mengajarkan bahwa hasil dengan nilai baik dan buruk itu sebenarnya tidak ada dan yang ada itu adalah suatu pelajaran.

 

Sebenernya masih banyak lagi sih point-point pelajarannya tapi yang saya inget cuma 3 point aja.