Monthly Archives

September 2018

Kelana

Bukit Kasih Sebagai Simbol Toleransi Agama

195 Views

Toleransi agama

Indonesia terkenal dengan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman budaya. Salah satunya adalah keanekaragaman kepercayaan agama yaitu terdapat agama islam, protestan, katolik, buddha, kong hu cu dan hindu. Oleh karena itu terdapat sebuah tempat yang terkenal dengan toleransi agama yang dikenal dengan nama “bukit kasih atau bukit doa”. Tempat ini dijadikan suatu tempat wisata bagi warga Indonesia maupun warga Internasional.

Gapura selamat datang dengan tangga menuju ke atas bukit. (taken by Laura MI)

Bukit kasih

Bukit kasih bertempat di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Perkiraan jarak dari kota Manado ke tempak ini yaitu sekitar 50 km. Ketika melakukan perjalanan kamu akan menikmati suasana pedesaan pegunungan dengan hamparan hijau tanaman pertanian kerena tempat ini merupakan bagian dari kaki gunung soputan.

Tahukah kamu kenapa nama tempat tersebut disebut bukit kasih? Ya, selain terkenal dengan toleransi agama, terdapat hal unik lain yaitu terdapat 5 tempat peribadatan yang saling berdampingan dalam satu bukit yaitu terdapat masjid, gereja untuk protestan, geraja untuk katolik, wihara, dan pura. 5 tempat peribadahan ini terdapat diatas bukit dan harus menaiki sekitar 2000 an anak tangga. Selain itu di bawah bukit terdapat satu tugu yang tingginya sekitar 20 meter dengan beberapa kalimat nasihat dari 5 agama tersebut. Isi dari nasihatnya yaitu mengajarkan tentang kasih sayang dan perdamaian bagi setiap manusia.

Petuah perdamaian setiap agama

Kalimat petuah dari agama islam yaitu dari surat (Al-maidah:2): “Dan tolong menolonglah kamu dalam megerjakan kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. dan kalimat petuah dari al-hadist: Tidaklah aku mengutusmu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Kalimat petuah dari agama buddha. kalimat pertama yaitu NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAM BUDDHASSA (Terpuji sang bhagava yang maha suci yang telah mencapai penerangan sempurna). Kedua dari Dhammapada XIV 183: Tidak melakukan segala benuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan dan membersihkan pikiran. inilah ajaran para buddha

Kalimat petuah dari agama hindu. Weda Swa V.46: Ia yang tidak pernah menyebabkan penderitaan bahkan menyusahkan keselamatan bagi semua mahluk, ia mendapatkan kebahagian tanpa akhir.

Kalimat petuah dari agama kristen (Maaf saya tidak tahu apakah termasuk kristen protestan atau katolik). Dari salib yesus bersabda: inilah ibumu..(Yoh. 19:27). Tinggallah dalam kasihku (Yoh. 15:9)

Kalimat petuah dari agama kristen (Maaf, saya tidak tahu protestan atau katolik). Kasihilah tuhan allah dengan segenap hati jiwa dan akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37:39)

Toar dan Lumimu’ut

Selain pemandangan unik dari rumah ibadah, terdapat pula dinding bukit yang terdapat ukiran wajah perempuan dan laki-laki yag dinamakan Toar dan Lumimu’ut. kedua ukiran wajah tersebut dianggap sebagai nenek moyang dari orang minahasa. Terdapat cerita lain juga mengenai pembangunan bukit kasih ini. Menurut sebuah sumber mengatakan bahwa pembangunan tempat ini bertujuan untuk menandingi kepercayaan animisme dengan adanya pahatan kedua wajah Toar dan Lumimu’ut.

Ukiran wajah di dinding bukit kasih atau bukit doa yang bernamakan wajah Toar dan Lumimu’ut

Pemandangan alam di bukit kasih

Kentalnya wisata religi dengan tingginya toleransi didukung dengan pemandangan alam yang indah. Pemandangan yang disajikan yaitu pemandangan hamparan suatu pedesaan dari atas bukit dan terdapat pula tempat perendaman kaki dengan air hangat. Satu hal yang perlu anda siapkan untuk memasuki tempat ini yaitu harus menyiapkan masker karena terdapat bau belerang yang menyengat dikarenakan kondisi pegunungan tersebut masih aktif. Selain itu, ketika saya mengunjungi tempat ini kekurangannya adalah kondisi jalan menuju ke atas bukit kurang nyaman karena terdapat beberapa jalan yang sudah rusak sehingga untuk menuju ke atas harus lebih hati-hati.

Beberapa bangun tempat peribadahan dari 5 agama yang bekumpul di atas bukit kasih atau bukit doa

Pemandangan dari bawah bukit kasih

Pemandangan dari atas bukit kasih atau bukit doa

Kelana

Wisata Sejarah Kuburan Waruga

161 Views

Kuburan waruga

Kuburan merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi manusia karena pada akhirnya kita akan bersemayam di dalam kubur ketika kita sudah pergi meninggalkan dunia. Sebagian besar kuburan adalah mayat yang dikubur di dalam tanah tetapi tidak semuanya seperti itu. Contohnya seperti kuburan di daerah Toraja yang menyimpan mayat di tebing dan proses pemakamannya sudah sangat terkenal di telinga masyarakat serta proses pemakaman tersebut memakan biaya yang sangat mahal. Nah, selain proses pemakaman yang unik di Toraja ternyata masih terdapat proses pemakaman lain yang unik dari daerah lain di Indonesia dan terdapat pula sejarahnya. Pemakaman tersebut di sebut Waruga.

Lokasi sejarah kuburan waruga di Minahasa (Gambar di ambil oleh Eka)

Waruga merupakan situs peinggalan sejarah yang berada di Sulawesi Utara, yang tepatnya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Menurut infromasi tambahan dari sebuah website wisata (ksmtour.com) bahwa waruga digunakan oleh orang Minahasa pada abad ke IX tetapi pada tahun 1860 kebiasaan tersebut dilarang oleh Belanda. Kemudian pada tahun 1870, suku Minahas mulai membuat peti mati sebagai pengganti waruga. Untuk, mengunjungi tempat sejarah ini tidak perlu meraih uang saku sedikitpun dan cukup hanya biaya transpotrasi saja. Tetapi untuk mendapatkan semua informasi tentang sejarah waruga maka wisatawan membutuhkan seorang guide sewaan atau jika terdapat kenalan orang lokal dan mengetahui tentang sejarah tempat ini akan sangat membantu.

 

Deskripsi bentuk waruga

Tradisi yang menarik dari proses pemakaman ini adalah orang yang meninggal akan disimpan di dalam kuburan batu berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira ukuran tinggi 2 meter dan lebar 1.5 meter. Selain itu kuburan batu tersebut memiliki atap seperti segitiga atap rumah. Mengapa kuburannya berbentuk bangunan seperti rumah? karena masyarakat lokal jaman dahulu di Minahasa mempunyai kepercayaan bahwa orang yang meninggal di artikan sebagai ular yang berganti kulit. Sehingga untuk membantu perubahan kebidupan nyata ke kehidupan alam roh tersebut maka dibuatkan kuburan batu.

Kuburan batu waruga yang berbentuk balok dengan atap segitiga seperti atap rumah dan tidak terdapat ukiran di atapnya yang diduga termasuk waruga yang paling tua umurnya. (Gambar di ambil oleh Eka)

Struktur atau bentuk dari kuburan batu memiliki makna. Contohnya pada bagian atap dari kuburan batu tersebut memiliki ukiran seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Ukiran tersebut mempunyai makna sebagai informasi gambaran dari dari matapencaharian jenazah di dalam batu tersebut. Kemudian bentuk kubus merupakan suatu ruangan dimana jenazah tersebut disimpan dan diletakkan dengan posisi seperti bayi di dalam rahim ibu. Posisi tersebut dipercaya karena orang yang sudah meninggal akan kembali pada posisi seperti di dalam kandungan ibunya kembali.

Atap segitiga waruga yang memiliki ukiran batu di sampingnya dengan jumlah 3 garis yang artinya terdapat 3 orang dalam satu waruga. Selain itu terdapar ukiran manusia dengan hewan yang menandakan matapencahariannya adalah seorang pemburu (Gambar diambil oleh Eka)

Gambaran lain dari bagian atap yaitu terdapat suatu informasi mengenai jumlah individu yang berada di dalam kuburan batu. Informasi tersebut dapat dilihat dari ukiran garis yang berada di samping atap waruga. Jika terdapat dua garis maka didalam satu kuburan batu terdapat dua orang di dalamnya. Selain itu, terdapat pula waruga yang memiliki atap yang polos atau tidak terdapat ukiran. Makna dari polos diduga sebagai kuburan waruga yang paling tua umurnya.

Kelana

Pasar Ekstrim Di Indonesia

289 Views

Pasar di Indonesia

Pasar ekstrim– Pasar merupakan nama tempat yang memang sudah tidak asing lagi bagi semua orang khususnya kalangan ibu-ibu. Semua kebutuhan bahan makanan tersedia di pasar seperti sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sehingga sudah tidak asing lagi jika pasar selalu banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Tapi apakah kamu pernah melihat pasar tradisional yang menjual  daging diluar biasanya? Sehingga membuat kesan pertama saya, saat mendatangi tempat ini adalah merasakan sensasi mual dan ingin menetekan air mata. Di Indonesia khususnya di daerah Tomohon Manado, Sulawesi Utara terdapat sebuah pasar tradisional yang dinamakan PASAR EKSTRIM. Apakah itu?

Pasar Ekstrim

Sesuai dengan namanya, pasar ini menjual daging yang luar biasa ekstrim. Karena pada umumnya di pasar terdapat pedagang yang menjual daging ayam, sapi, kambing. Berbeda di pasar ekstrim ini, pedagang menjual daging ular phyton, daging kucing, daging anjing, kelelawar, tikus dan lain-lain. Selain itu juga saya pernah mendengar bahwa terdapat pedagang yang menjual daging jenis primata yang dilindungi pemerintah yaitu jenis spesies Macaca nigra. Tetapi saat saya kesana saya tidak melihat penjual tersebut karena menurut beberapa orang, penjual daging macaca nigra atau dikenal dengan sebutan yaki  hanya berjualan  pada hari tertentu saja.

Keunikan pasar ekstrim telah menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata bagi wisatawan lokal bahkan international jika mereka sedang mengunjungi kota Manado. Tempat ini memang sangat mudah untuk diakses dengan kondisi jalan yang sudah bagus tetapi kekurangannya adalah kondisi pasar yang kurang bersih.

Ular phyton di pasar ekstrim Tomohon

Bagi pencinta hewan, tempat ini merupakan tempat yang terlihat kejam dan mengerikan khususnya menurut saya sendiri. Terlihat kejam karena biasanya orang menyayangi binatang peliharaan khususnya kucing dan anjing tetapi disini mereka menjual belikan daging hewan tersebut. Selain itu, secara langsung saya melihat proses bagaimana seekor anjing dari dalam kandang kemudian dipukul kepalanya sampai lemas dengan besi, kemudian dibakar langsung hidup-hidup dalam kondisi lemas. Kemudian terlihat mengerikan karena makan-makanan seperti daging monyet, anjing, tikus, kucing terlihat sangat beresiko terhadap kesehatan tubuh kita.

Saran

Sebagai konsumen, kita perlu mempertimbangkan apakah yang kita konsumsi itu lebih banyak manfaatnya atau rugikan untuk kesehatan tubuh bahkan untuk lingkungan. Mungkin kita sering mendengar suatu mitos tentang khasiat mengkonsumi makanan yang unik tetapi apakah itu benar secara ilmiah? Maka seorang konsumenpun ditantang untuk lebih teliti dan tidak mudah terayu dengan penjual.

Seekor anjing yang sedang dibakar

Tikus bakar (Foto diambil oleh Laura Martinez Inigo)